Youtube Channel

Guru Muda

Arsitektur Firewall

Arsitektur ini dibuat di sekitar komputer dual-homed host, yaitu komputer yang memiliki paling sedikit dua interface jaringan

Blocking Web

Memblok situs agar tidak bisa di buka dengan mikrotik

Tampilkan postingan dengan label PKKWU XII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKKWU XII. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Februari 2021

Javascript

 

Javascript

 

JavaScript adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan dalam kurun waktu dua puluh tahun ini. Bahkan JavaScript juga dikenal sebagai salah satu dari tiga bahasa pemrograman utama bagi web developer:

 

HTML: Memungkinkan Anda untuk menambahkan konten ke halaman web.

CSS: Menentukan layout, style, serta keselarasan halaman website.

JavaScript: Menyempurnakan tampilan dan sistem halaman web.

JavaScript dapat dipelajari dengan cepat dan mudah serta digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari meningkatkan fungsionalitas website hingga mengaktifkan permainan (games) dan software berbasis web. Selain itu, terdapat ribuan template dan aplikasi JavaScript yang bisa Anda gunakan secara gratis dan semuanya ini berkat beberapa situs, seperti Github.

 

Sejarah JavaScript

JavaScript dibuat dan didesain selama sepuluh hari oleh Brandan Eich, seorang karyawan Netscape, pada bulan September 1995. Awalnya bahasa pemrograman ini disebut Mocha, kemudian diganti ke Mona, lalu LiveScript sebelum akhirnya resmi menyandang nama JavaScript. Versi pertama dari bahasa ini hanya terbatas di kalangan Netscape saja. Fungsionalitas yang ditawarkan pun terbatas. Namun, JavaScript terus dikembangkan oleh komunitas developer yang tak henti-hentinya mengerjakan bahasa pemrograman ini.

 

Pada tahun 1996, JavaScript secara resmi disebut sebagai ECMAScript, di mana ECMAScript 2 diluncurkan pada tahun 1998 dan ECMAScript 3 diperkenalkan pada tahun 1999. ECMAScript tersebut dikembangkan hingga akhirnya menjadi JavaScript sebagaimana yang kita kenal saat ini. Tak hanya lintas browser, JavaScript juga bisa digunakan di berbagai perangkat, termasuk perangkat mobile dan komputer.

 

Sejak saat itu, JavaScript terus bertumbuh dan berkembang. Pada akhirnya di tahun 2016, sebanyak 92% website diketahui menggunakan JavaScript. Hanya dala kurun waktu dua puluh tahun, JavaScript telah beralih dari bahasa pemrograman yang serba terbatas dan ‘primitif’ menjadi salah satu tool terpenting bagi web developer. Jika sebagian besar waktu dihabiskan untuk berselancar di internet, maka Anda pastinya sudah sangat familiar dengan JavaScript.

 

Kelebihan JavaScript

Terdapat sejumlah kelebihan JavaScript yang menjadikan bahasa pemrograman ini lebih unggul jika dibandingkan dengan kompetitornya, terutama di beberapa kasus tertentu. Berikut beberapa kelebihan JavaScript:

 

Anda tidak membutuhkan compiler karena web browser mampu menginterpretasikannya dengan HTML;

Lebih mudah dipelajari jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya;

Error atau kesalahan lebih mudah dicari dan ditangani;

Dapat dialihtugaskankan ke elemen halaman web atau even tertentu, misalnya klik atau mouseover;

JS dapat digunakan di berbagai browser, platform, dan lain-lain.

Anda dapat menggunakan JavaScript untuk memvalidasi input dan mengurangi keinginan untuk mengecek data secara manual;

Dengan JavaScript, website Anda menjadi lebih interaktif dan juga mampu menarik perhatian lebih banyak pengunjung;

Lebih cepat dan ringan jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya.

 

Kekurangan JavaScript

Setiap bahasa pemrograman pasti memiliki beberapa kekurangan. Salah satu penyebabnya adalah semakin populernya bahasa pemrograman yang Anda pilih, termasuk dalam hal ini adalah JavaScript. Popularitas tersebut, sialnya, mengundang para hacker, scammer, dan pihak ketiga berbahaya lainnya untuk mencari celah keamanan. Beberapa kekurangan JavaScript, yaitu:

 

Berisiko tinggi terhadap eksploitasi;

Dapat dimanfaatkan untuk mengaktifkan kode berbahaya di komputer pengguna;

Tidak selalu didukung oleh berbagai browser dan perangkat;

JS code snippet agak banyak;

Dapat di-render secara berbeda pada masing-masing perangkat yang malah mengarah ke inkonsistensi.

 

Cara Kerja dan Fungsi JavaScript di Website

Biasanya JavaScript  di-embbed secara langsung ke halaman website atau diarahkan melalui file .js yang terpisah. JavaScript merupakan bahasa dari sisi klien yang berarti script diunduh di perangkat yang dimiliki oleh pengunjung situs Anda, lalu diproses di sana. Berbeda dengan halnya bahasa di sisi server yang dijalankan pada server sebelum bahasa pemrograman tersebut mengirimkan file ke pengunjung situs.

 

Perlu diketahui, sebagian web browser juga menawarkan kesempatan bagi user untuk menonaktifkan JavaScript. Karena itulah, sangat disarankan bagi Anda untuk mencari tahu apa yang terjadi pada event yang diunduh ke mesin yang bahkan tidak men-support-nya.

 

Mengapa JavaScript Berbeda dari Bahasa Pemrograman Lainnya?

Alasan mengapa JavaScript menjadi salah satu bahasa pemrograman yang populer adalah kemudahan untuk dipelajari dan digunakan. Bisa dilihat jika sudah banyak developer yang pada akhirnya memilih JavaScript sebagai bahasa pemrograman terbaik. Bahasa pemrograman lainnya hanya diperlukan bilamana seorang developer menginginkan sesuatu yang lebih spesifik.

 

 

Berikut beberapa bahasa pemrograman yang paling populer dan banyak digunakan:

 

JavaScript        Fungsi JavaScript, atau yang sering disingkat JS, adalah menjadikan website lebih interaktif. Scriptnya dijalankan di browser user alih-alih server, dan biasanya masuk ke library pihak ketiga untuk menyediakan fungsionalitas tingkat lanjut tanpa mengharuskan developer melakukan coding dari awal.

HTML Merupakan singkatan dari Hypertext Markup Languange, HTML dikenal sebagai salah satu bahasa pemrograman yang paling lazim digunakan di web serta membentuk buildin block  dari suatu halaman situs. Sebagai contoh, tag HTML yang termasuk <p> untuk paragraf dan <img> untuk gambar.

PHP     PHP merupakan bahasa pemrograman server-side, sedangkan JavaScript adalah bahasa pemrograman yang dijalankan di client-side. Bahasa ini sering terlihat di sistem manajemen konten berbasis PHP, misalnya WordPress, tapi juga sering digunakan untuk pengembangan back-end karena menyediakan jalan terbaik guna memfasilitasi proses transfer informasi dari dan ke database.

CSS     CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheets. CSS memungkinkan webmaster untuk mengatur style serta menentukan bagaimana masing-masing jenis konten ditampilkan. Untuk menampilkan konten, Anda bisa melakukannya secara manual terhadap setiap elemen dalam HTML. Hanya saja, jika Anda melakukannya di CSS, maka Anda tidak perlu berulang kali menentukan bagaimana elemen-elemen tersebut ditampilkan setiap kali digunakan.

Anggap saja kita sedang membangun sebuah rumah. HTML adalah struktur bangunan rumah dan sandaran bagi pintu dan tembok, sedangkan CSS adalah karpet dan wallpaper yang menghiasi setiap sudut rumah sehingga tampak lebih indah dan menarik. JavaScript, dalam hal ini, menambahkan sifat responsif sehingga Anda bisa membuka pintu dan menyalakan lampu. Anda bisa saja tidak menggunakan lampu atau tidak membutuhkan pintu. Namun, risikonya adalah rumah yang gelap dan usang, layaknya bangunan yang telah berdiri sejak tahun 1995. Hal ini sama seperti ketika Anda memanfaatkan JavaScript untuk webiste.

 

Bagaimana Cara Membuat JavaScript di Website?

Untuk memasukan string kode JavaScript ke webpage, Anda harus menggunakan tag <script>. Anda juga bisa melihat contoh di bawah ini untuk mengecek tampilannya:

 

<script type="text/javascript">

Your JavaScript code

</script>

Sebaiknya, sertakan JavaScript ke dalam tag <header> untuk situs Anda, kecuali bahasa tersebut harus dijalankan pada waktu tertentu atau dengan elemen halaman web tertentu. Kode JavaScript juga dapat disimpan sebagai file yang terpisah dan ‘memanggil’ file tersebut jika dibutuhkan di website.

 

Untuk informasi selengkapnya, silakan baca tutorial kami tentang cara membuat JavaScript di website.

 

Jadi, Apa Itu JavaScript?

Berbicara soal pengertian JavaScript sangatlah mudah. JavaScript merupakan bahasa pemrograman yang menjadikan website Anda lebih hidup dan menarik. Bahasa ini berbeda dari HTML (yang mengatur konten) dan CSS (yang mengelola layout). Berbeda dari PHP, bahasa pemrograman ini dijalankan di perangkat pengunjung situs Anda dan bukannya di server.

 

Hal-hal yang harus Anda ketahui tentang JavaScript:

 

JavaScript mudah dipelajari;

Dikembangkan oleh Netscape dan sampai saat ini telah digunakan oleh 92% website;

Dapat dialihkan ke elemen halaman web tertentu atau event, seperti klik;

Dapat dgunakan di berbagai browser dan perangkat;

Lebih cepat dan ringan daripada bahasa pemrograman lainnya;

Kurang aman jika dibandingkan dengan opsi bahasa pemrograman lainnya. Hal ini disebabkan karena popularitasnya yang kian meningkat;

JavaScript bisa dibuat secara langsung di HTML atau dapat disimpan dalam file terpisah dan fungsionalitasnya digunakan bila diperlukan.

Pada akhirnya Anda kini tahu alasan JavaScript begitu populer: memiliki keunggulan dan kualias terbaik. Semoga artikel ini dapat menjawab kegelisahan Anda mengenai apa itu JavaScript serta fungsi dan cara kerjanya.

Senin, 19 Oktober 2020

Belajar PHP Dasar Membuat Hello World

 Membuat Hello World dengan bahasa PHP




1. Pertama nyalakan apachenya terlebih dahulu di xampp lalu double klik di xampp control. untuk 
    yang belum ada  xamppnya silahkan download disini 
    Masuk folder tempat install xamppnya dan pilih. disini saya install xampp di local disck C

    Masuk ke folder Xampp dan pilih Xampp control



    dan nyalakan/start apachenya sampai berwarna hijau


2. Buka text editornya
    contoh disini saya pake text editor sublime text3. yang mau download klik disini

3. Di save dulu di folder xampp, htdoc dan new folder beri nama sesuai keinginan
    disini nama folder saya hello. dan beri nama untuk projectnya contoh belajar.php


4. ketikan php dan tekan tab pada keyboard. otomatis akan dibuatkan tag php


5. Setelah itu ketikan echo "Hello World"; pada text editor selain echo bisa juga dengan perintah print
    Perintah <br> untuk membuat baris baru
    echo untuk menampilkan Hello World/yang kalian tuliskan di dalam echo
    Kemudian tekan tombol CTRL + S untuk save atau bisa dengan klik file dan save


6. Untuk melihat hasilnya. buka browsernya. contoh google chrome dan di urlnya ketikan 
    localhost/hello/belajar.php dan tekan enter
    hello itu ada nama folder dan belajar.php adalah nama projectnya


Untuk lebih jelasnya tonton vidionya dibawah ini

Mohon bantuan SUBSCRIBE dan LIKE nya


Kamis, 08 Oktober 2020

Sejarah PHP

 

                                                Penemu PHP

 

                                   Rasmus Lerdorf. pada tahun 1994

 

Sejarah PHP

Sejarah PHP bermula pada tahun 1994 ketika programmer bernama Rasmus Lerdorf, seorang pria kelahiran Denmark yang saat itu berdomisili di Canada. Rasmus Lerdorf membuat sebuah script (kode program) dengan bahasa Perl untuk website pribadinya.

Lerdorf menyebut kode program rancangannya ini sebagai Personal Home Page karena saat itu PHP yang dia buat digunakan untuk menampilkan resume pribadi dan mencatat jumlah pengunjung ke sebuah website.

Sebelum dirilis ke publik, Rasmus Lerdorf membuat ulang kode program tersebut dalam bahasa C. Pengembangan tersebut membuat script memiliki kemampuan untuk memproses form HTML dan berkomunikasi dengan database.

PHP pertamakali dirili dengan sebutan Personal Home Page Tools (PHP Tools) version 1.0. Perilisan ini diumumkan pada 8 Juni 1995.

Lerdorf menyebut kode program ini sebagai Personal Home Page/Forms Interpreter atau PHP/FI. Inilah asal mula penamaan PHP digunakan. PHP/FI dapat digunakan untuk membuat aplikasi web dinamis sederhana.

PHP: versi 2

Tak lama setelah perilisan perdananya, pada April 1996, Rasmus Lerdorf mengumumkan PHP/FI versi 2.0. Pada versilanjutannya ini terdapat penambahan fitur-fitur baru, diantaranya fitur logika seperti “if” dan “else”.

Pada versi inilah pertama kalinya digunakan istilah “scripting language” (bahasa script) dalam PHP.

Tak lama setelah perilisan perdananya, pada April 1996, Rasmus Lerdorf mengumumkan PHP/FI versi 2.0. Pada versilanjutannya ini terdapat penambahan fitur-fitur baru, diantaranya fitur logika seperti “if” dan “else”.

Pada versi inilah pertama kalinya digunakan istilah “scripting language” (bahasa script) dalam PHP.

Semakin dikenal publik, PHP mendapat dukungan dari banyak programmer lain, sehinggan proyek PHP secara perlahan beralih dari proyek satu orang menjadi proyek massal yang lebih akrab kita kenal sebagai open-source project.

Untuk selanjutnya PHP dikembangkan oleh The PHP Group yang merupakan kumpulan banyak programmer dari seluruh dunia.

PHP: versi 3

PHP versi 3 resmi dirilis pada Juni 1998. Pada peluncuran kali ini, PHP yang awalnya merupakan singkatan dari: Personal Home Page Tools berubah menjadi PHP: Hypertext Preprocessor.

Dan sejak saat itu, PHP semakin populer digunakan di seluruh dunia sehingga menjadi standar bahasa pemrograman web bagi programmer.

 PHP versi 4

Zeev Suraski, Andi Gutmans dan juga berbagai programmer di seluruh dunia mengembangkan PHP lebih jauh dan membuat banyak fitur lanjutan. Parsing baru ini dikembangkan oleh Zeev dan Andi, dan dinamakan Zend engine. Akhirnya pada 22 May 2000 diluncurkan PHP 4.0

Yang paling menonjol adalah, PHP versi 4 merupakan cikal bakal fitur pemrograman objek / Object Oriented Programming (OOP).

PHP versi 5

Versi lanjutannya yaitu PHP 5.x diluncurkan pada 13 Juli 2004. Dalam 10 tahun, bahasa pemrograman ini tumbuh begitu pesat. Pada versi ini telah mendukung penuh pemrograman object (OOP) dan peningkatan performa melalui Zend engine versi 2.

Beberapa penambahan fitur meliputi PDO (PHP Data Objects) untuk pengaksesan database, closures, trait, dan namespaces.

 PHP versi 6

Sejak tahun 2005, Fokus pengembangan PHP adalah mendukung Unicode, agar bisa mendukung berbagai jenis karakter bahasa non-latin. PHP versi 6.x ini sebenarnya telah lama dikembangkan.

Namun sayang, pengembangan fitur pada versi ini dihentikan karena beberapa alasan seperti kurangnya programmer, dan performa yang tidak memuaskan. Fitur yang berhasil dikembangkan pada masa ini dimasukkan kedalam PHP 5.

PHP versi 7

Setelah hampir satu dekade tanpa update, akhirnya, pada tahun 2014, sebuah proyek lanjutan PHP mulai mengemuka.

Pada Juli 2014, proyek experimen yang dinamakan PHPNG (PHP Next Generation) yang bertujuan untuk menyusun ulang kode PHP agar performa lebih meningkat, mendapati hasil bahwa PHPNG mengalami peningkatan performa hampir 100% dari versi PHP sebelumnya.

Jelang perilisan, kalangan programmer sedikit bingung dengan penamaan versi PHP yang akan dirilis ini. Bakal disebut versi berapakah PHP kali ini, PHP 6 atau PHP 7. Setelah mengambil voting, nama PHP versi 7 akhirnya menjadi keputusan final. Makanya, PHP tidak memiliki versi ke 6 nya, melainkan dari versi 5.x langsung ke PHP 7.

 

Kamis, 01 Oktober 2020

Penjelasan pengaturan pada wordpress

 Merubah user dan password



Cara download dan install wordpress

 Materi PKKWU Kelas XII